Senin, 30 Maret 2009

Syair Gulung Sastra Peninggalan Kerajaan Tanjungpura

Pada setiap acara perkawinan,sunatan ,acara acara resmi didesa,kecamatan maupun Kabupaten selalu ada seorang membaca syair yang isinya mengenai acara yang berlangsung yang disertai dengan sindiran atau kritikan yang selalu disambut hadirin dengan gelak tertawa termasuk orang yang dikritik atau disindir.

Inilah yang disebut syair gulung yang menurut Prof Dr.Datuk Abd.Latif Sekretaris DMDI dalam Konvensyen DMDI di Melaka tahun 2005 , sebagai sebuah sastra Melayu yang masih tersisa di Kabupaten Ketapang,sedang didunia Melayu lainnya sastra tersebut sudah lenyap.

Di Kabupaten Ketapang (sebelum berpisah dengan KKU) pada setiap desa./dusun yang penduduknya mayoritas Melayu,maka penulis dan pelantun syair gulung selalu ada. Lebih lebih karena sering dilombakan,maka penulis dan pelantun syair gulung makin bertambah.

Dewasa ini sudah ada beberapa penyair dari beberapa Kabupaten / kota yang mempelajari pembuatan syair gulung kepada kami maupun kepada penyair penyair lain di Ketapang. Malah di Pontianak sudah ada penyair yang sudah bisa membuatnya.

Kesulitan kami menyusun makalah ini adalah karena belum ada buku,makalah atau tulisan yang membahas Syair Gulung. Karena itu hanya mengandalkan kemampuan penulis sebagai orang yang sering diminta membuat untuk acara acara perkawinan,sunatan serta acara acara resmi ditingkat Kabupaten.

  1. SEJARAH SYAIR GULUNG

Pada jaman keemasan kerajaan Tanjungpura seni sastra berkembang dengan pesat.Para raja dan para Pangeran selalu memiliki penyair yang tentu saja selalu mengagung agungkan sang raja atau Pangeran yang bersangkutan.

Pada setiap upacara yang dilaksanakan oleh Raja atau Pangeran atau pejabat kerajaan lain serta para kepala wilayah yang terendah selalu ada saja penyair yang melantunkan syair gulung.

Selanjutnya penduduk negeripun ikut ikutan membacakan syair gulung untuk upacara perkawinan,sunatan dan lain lain.Tentu saja syair tersebut tidak seindah yang dibuat oleh para penyair Raja atau Pangeran.

Disini mereka hanya mengutamakan hiburan.Karena itu pelantun syair seorang yang bisa melawak. Sementara itu isi syair berisi pula permohonan kepada Pembesar akan hal hal yang dihajatkan oleh masyarakat. Atau sindiran atas tindakan pembesar yang tak disetujui oleh masyarakat.

Setelah Kerajaan hapus,maka yang tinggal hanyalah para penyair rakyat jelata dan inilah yang hampir ada pada setiap desa/dusun yang penduduknya mayoritas orang Melayu.

  1. PENGERTIAN

Semula sastra ini diberi nama : Kengkarangan,yang artinya sesuatu yang dikarang karang. Ada juga menyebutnya syair layang karena isinya hanya selayang pandang.Lama kelamaan karena syair tersebut selalu digulung dan digantung pada paruh burung kertas dipuncak kekayun*),maka akhirnya disebut Syair Gulung.

Syair gulung merupakan syair temporer yang bercerita untuk suatu acara dan pada suatu waktu tertentu. Syair ini hanya untuk sekali pakai saja.Syair gulung untuk upacara 17 Agustus tak bisa dibacakan untuk upacara Maulid Nabi. Syair gulung untuk perkawinan Ali dengan Siti Rape’ah tak bisa dibacakan pada perkawinan Aminah dengan Usman dst.dst.Jelasnya kalau mengambil istilah Pertanian maka syair gulung merupakan bibit tanaman yang hanya untuk sekali tanam saja (one generation only)

Penulis syair gulung sendiri tak pernah belajar dengan sungguh sungguh pada penyair sebelumnya. Penulis syair gulung hanya berbekal bakat saja.Hanya untuk pelantun memang perlu belajar dengan pelantun yang senior.

Sedang “kekuatan” syair gulung sendiri tergantung sepenuhnya kepada wawasan sang penyair. Kalau penyair itu hanya berdiam didesa/dusunnya dan tak pernah keluar,maka isi syairnya hanya bercerita seputar desanya saja. Demikian pula kalau penyair hanya seorang pegawai rendahan,maka isi syairnya hanya seputar levelnya saja.Demikian pula disiplin ilmu yang dimiliki oleh sang penyair sangat berpengaruh terhadap isi dan kekuatan syairnya.

Idealnya seorang penyair memang harus mempunyai wawasan yang cukup luas.Wawasan ini bisa diperoleh dari bangku sekolah/kuliah dan bisa juga dengan otodidak seperti banyak membaca dan mempelajari budaya Melayu dll. yang kelak bisa dituangkannya didalam syair gulung.

  1. CONYOH CONTOH SYAIR GULUNG

Syair gulung dimulai dengan puji pujian kepada Allh,Rasul serta para sahabat seperti pada permulaan pidato atau khutbah seperti contoh berikut ini:

Bismillah itu permulaan qalam

Dengan name Allah Haliqul ‘Alam

Memberi syafaat siang dan malam

Kepade Mahluk seisi ‘alam

Alhamdulillah mule dikate

Memuji Allah Tuhan semiste

Empat puji ade beserte

Semua terpulang pade Allah Ta’ale

Ashshala tu washshala mu’ala Saidine

Pesuruh Allah Tuhan Rabbane

Dielah penghulu alim sempurne

Menyuruh beriman tiade line

Wa’alaihi wa syahbihi yang ade

Melaksanekan Perintah menjujung Sabde

Laki perempuan tue dan mude

Sedikit tiade Syak didade

Setelah pembukaan,maka disampaikan isinya yang menjelaskan

tentang maksud dan tujuan acara seperti :

Adepun maksud serte tujuan

Utin Sumarni make mengundang

Walimah buat putri kesayangan

Duduk bersanding dipelaminan

Para pelaksana atau panitia pelaksana juga disebut namanya agar

mereka merasa dihargai oleh tuan rumah sepeti :

Rempah merempah ibu Kartini

Dibantu oleh Istina dan Jumalati

Beserte Hajjah Omra, dan Hajjah Nemi

Bersama pula Aswan dan Ani

Selanjutnya disampaikan juga pesan pesan seperti:

Khusus kepade anande berdue

Dalam hadist Nabi bersabde

Kawin mencukupi setengah agame

Sisanya dicukupkan dengan iman dan taqwe

Kepade masyarakat dengarkan kami

Kalian sekedear menjadi kuli

Paling tinggi jadi kerani

Gantikan tole didalam bui

Lebih baik kalian berladang

Menanam padi dan tanaman perkebunan

Masa depan ade cadangan

Anak cucu dapat merasakan

Kritikan atau sindiran diselipkan juga dalam syair gulung,baik

secara halus maupun terang terangan:

Ilegal logging perlu dibasmi

Agar hutan kembali lestari

Kami bertanya pada bapak polisi

Benarkah tak terima sopoi atau komisi?

Tim tim pemberantasan banyak dibentuk

Mengejar perambah hutan hingga tersantuk

Yang dipelabuhan dudok mengantuk

Kayu lewat ditarik tackboot .

Perambahan hutan makin meriah

Hutan lindung ikut dirambah

Mengatasinya sebenarnya mudah

Cukup menangkap situkang tadah.

Namun ape yang terjadi

Banyak dialami kaum lelaki

Diundang mengaji takut sekali

Pura pura kesakitan gigi

Tapi sekarang ape kejadian

Penghulu memanggil penganten perempuan

Untuk dudok dan ikut menyaksikan

Apakah ini yang Nabi ajarkan ?

Kalau melawat orang meninggal dunia

Banyak Ibu ibu berbaju hitam segala

Itu meniru Yahudu wan Nasara

Sangat dilarang oleh Nabi kita

Debagai penutup selain memohon maap atas nama tuan rumah atau panitia

Pelaksanan serta mohon maap atas dirinya kalau isi syair atau pelaksanaan

upaca terdapat hal hal yang tidak sepatunya.Kemudian syair ditutup dengan

Wassalamu’alakum.

Sekianlah dulu kami bermadah

Mohon maap kate yang salah

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullah

5. PENUTUP

Karena syair gulung merupakan sastra khas Ketapang,maka kiranya perlu di patentkan karena dibeberapa Daerah sudah mulai timbul syair gulung. Pada waktunya kelak mungkin ada yang mengklaim bahwa Syair Gulung “asli” dari daerahnya. Seperti sekarang banyak yang mengaku kerajaannyalah yang paling tua di KalBar.Beruntung lah Gajah Mada dalam sumpah palapa ada menyebutkan nama Tanjungpura sehingga sulit membantah bahwa Tanjungpura merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat.

Selanjutnya syair gulung bisa juga untuk kampanye apa saja yang dikehendaki sponsor seperti Pemilu,Pilkada,dll. Yang nampaknya cukup disenangi oleh konsituen. Hal tersebut tidak menjadi masalah,karena jaman dulu syair gulung digunakan untuk mempopulerkan sang raja atau Pangeran. Atau kesempatan penguasa untuk menyampaikan pesan.

Sebaliknya syair gulung juga digunakan masyarakat untuk menyampaikan usul/permintaan kepada Penguasa Negeri seperti minta dibangunkan jembatan,dibuatkan jalan dll pada kesempatan pejabat yang bersangkutan berkunjung kedesa/kecamatan maupun Kabupaten.. Dengan demikian syair gulung merupakan media komunikasi yang cukup ampuh dan perlu dikembangkan lebih lanjut.

Ketapang 23 Agustus 2008-

Penyusun

M.Dardi D.Has

B I O D A T A

N A M A : M.Dardi D.Has

GELAR : Ka’i Purbaya Simpang

(Dari Raja Simpang ke 7

Sulthan Jamaludin 2)

TEMPAT TGL LAHIR : Sandai 4 Januari 1945

PENDIDIKAN : a. Sekolah Rakyat 6 Th Sandai {1957)

b.Sekolah Menengah Pertama Neg.I (SMPN) Ketapang 1962

c.Sekolah Pertanan Menengah Atas (SPMA) Negeri Banjar Baru

KalSel 1965

PEKERJAAN : 1.1966 Dinas Pertanian Rakyat

Kab.Ketapang

2.1978 Dinas Pertanian Rakyat

Kabupaten Sambas

3.1982 Dinas Pertanian Tanaman

Pangan Prop.KalBar Pontianak

4. 1993 Bappeda Tk.Ketapang

5. 1996 Itwilkab Ketapang

6. Pebruari 2001 Pensiun

ALAMAT : Jln Martadinata 41 A Pematang Jering

Desa Sungai Kinjil Kec.Benua

Kayong) K e t a p a n g

NOMOR TELPON a. Rumah : (0534)3036564

b. HP : 081256113513

Tidak ada komentar: