Rabu, 28 Januari 2015

Para Raja dan Sulatan Pada Festival Kraton Matan 2014




Penyambutan dengan Upacara adat " Kutamaro"

Kunjungan kerja Kapolda Kalbar ke Ketapang disambut dengan upacara adat dayak yang bernama "Kutamaro" adat penyambutan tamu ini untuk suku melayu ketapang di sebut "Kutemare"

Selasa, 27 Januari 2015

Penampilan Varitas Unggul Baru Mekongga

 Di lahan tadah hujan dengan sumber air hujan dan sumur bor, mampu menghasilkan 6-10 ton per ha hasik quick count, Agak tinggi dengan rasa nasi enak menjadi  daya tarik bagi petani.
Pertumbuhan merata, dan seragam, cukup tahan terhadap hama wereng coklat.  (yudo.s) 

Rabu, 21 Januari 2015

Asal usul nama Borneo



Pulau Kalimantan  di dunia lebih terkenal dengan  nama "Borneo", sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia minus Papua. Kalimantan sendiri ada 3 penjajah yang menguasai daerah ini, yaitu Inggris yang menguasai Berunai,dan Serawak .  Sementara Belanda Menguasai Pulau sebelah Barat, Timur, Tengah dan Selatan pulau Borneo.Sementara sebelumnya Portugia juga pernah menguasai perdagangan di daerah ini . Orang Inggris yang menguasai Kerajaan Berunai dan Serawak lebih memperknalkan Berunai , Baruni  untuk nama Kalimantan tersebut. Karena itu  akhirnnya mereka menyebut pulau Kalimantan menjadi Borneo . Sementara yang dikuas pulau borneo Belanda penduduk  setempat menamainya Kalimantan, yaitu  kali  atau sungai, di daerah  Matan dimana pernah berdiri kerajaan Matan yang berada di Kalimantan Barat. Kemungkinan  lain adalah banyaknya tanaman asli daerah ini yang bernama buah  Kelemantan. Kelemantan adalah sebangsa buah amngga ( Mangnifera) yang menjadi daerah endemic  tanaman khas Kalimantan ini.   Pada masa  kekuasaan majapahit, Kailmantan di kenal juga dengan nama “Bakula Pura”, dimana daerah ini termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.      Pendapat yang lain menyebutkan bahwa Kalimantan atau Klemantan berasal dari bahasa Sanskerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar. Hal ini didukung dnegan adanya garis khatulistiwa yang berada di Kota Pontianak ibukota Kalimantan Barat. (gambar ini adalah merupakan salah satu profesi adat penduduk di Ketapang Kalimantan Barat)


Senin, 19 Januari 2015

Inilah Isi Percakapan Manusia Purba 2 Juta Tahun Lalu

asian brainLiputan6.com, Jakarta- Sejak kapan manusia purba mulai berbicara? Apa yang dibicarakan oleh manusia purba jaman dulu? Misteri ini kini dijawab oleh para sejarahwan peneliti postdoctoral dalam bidang psikologi di University of California di Berkeley, Amerika Serikat.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa percakapan lisan pertama mungkin terjadi antara 2,5 dan 1,8 juta tahun yang lalu dan isinya berkisar mengenai pembuatan alat.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, menyajikan bukti yang meyakinkan bahwa pembuatan alat batu membantu untuk mendorong evolusi bahasa dan pengajaran di antara nenek moyang manusia prasejarah di savana Afrika. Kepala tim peneliti tersebut, Thomas Morgan, mengatakan kepada situs History bahwa kemungkinan kalimat pertama yang diucapkan adalah "alat yang buruk."Penggunaan suara atau gerakan untuk konsep non-emosional seperti 'ya,' 'tidak,' 'di sini,' 'ada,' 'baik' dan 'buruk' kemungkinan akan menjadi benar-benar berguna," tambah Morgan.

Morgan, beserta arkeolog dari University of Liverpool, Natalie uomini dan tim mereka melakukan serangkaian eksperimen mengenai bagaimana manusia purba mempelajari percakapan.  Hasilnya mengacu pada Oldowan, alat tertua yang berfungsi sebagai pemotong batu. Oldowan kemungkinan besar dibuat oleh menusia purba spesies Homo habilis, dan mungkin juga Homo rudolfensis, Australopithecus garhi, dan Paranthropus boisei.Dalam pengujian lima cara yang berbeda untuk menyampaikan keterampilan Oldowan sebagai batu-pemecah ke lebih dari 180 mahasiswa, para peneliti ini menemukan bahwa demonstrasi menggunakan komunikasi lisan, dibandingkan imitasi, presentasi non-verbal atau gerak tubuh, menghasilkan volume tertinggi dan kualitas serpih dalam waktu sesingkat jumlah waktu. (Liz)
asian brain

Minggu, 18 Januari 2015

Istana Rahasia Ditemukan Di Kompleks Pemakaman, Terkait Kerajaan Majapahit?

Kabar24.com, JAKARTA - ) - Masyarakat Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menduga kompleks pemakaman tempat disemayamkannya Datu Lingsir, Putra Mahkota Raja Selaparang, di Kampung Bahagia, Desa Lendang Nangka, adalah bagian dari istana.

"Dari hasil penggalian hingga hari ini kami memprediksi bahwa kompleks pemakaman ini adalah bagian dari istana," kata Sekretaris Umum Majelis Adat Sasak Paer Timuk, Kabupaten Lombok Timur, Lalu Malik Hidayat, di Lombok Timur, Jumat.

Dari hasil penggalian, kata dia, pihaknya menemukan bangunan yang diduga pintu gerbang karena ada beberapa anak tangga kemudian pelataran dan anak tangga lagi lalu bangunan teras.

Selain bangunan yang mirip seperti candi, kata dia, ada juga penemuan bangunan stupa. Bangunan ini digunakan sebagai makam, tempat menyimpan abu kalangan bangsawan atau tokoh tertentu.

Upaya penggalian di kompleks pemakaman umum seluas sekitar lima hektare tersebut, kata Lalu Malik, melibatkan unsur tokoh masyarakat Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik.

"Kami masih akan melakukan penggalian hingga beberapa hari ke depan, mungkin ada bangunan lainnya," ujarnya.

Selain bangunan diduga bekas istana, pada hari sebelumnya, Malik juga menemukan kuburan diduga tempat dimakamkannya Putra Mahkota Raja Selaparang.

Makam tersebut sudah lama ada dan berada di kompleks pemakaman umum, namun khusus tidak terawat dan sudah tertutupi tanah, hanya batu nisan saja yang masih terlihat jelas.

Masyarakat sekitar juga tidak pernah menghiraukan keberadaan makam tersebut, karena mereka juga tidak mengetahui secara pasti tentang siapa yang dimakamkan.

Informasi mengenai dugaan makam putra mahkota Raja Selaparang itu diperoleh dari salah seorang warga asal Malang, Jawa Timur, yang sudah berkelana hingga ke petilasan Raja Selaparang, di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Ia juga mengaku warga dari Pulau Jawa itu meminta dirinya untuk membersihkan makam yang tertutupi tanah karena itu merupakan makam putra mahkota Raja Selaparang.

"Atas dasar informasi itu saya dan beberapa warga lainnya membersihkan makam tersebut, kemudian melihat ada deretan batu yang mengelilingi makam dan di tengahnya ada batu nisan yang bentuknya diduga memiliki hubungan dengan zaman Hindu Kerajaan Majapahit," ujarnya.
Apps Bisnis.com available on: